Lompat ke konten utama

Official Toyota Bekasi

Toyota Hybrid Dapat Insentif 3%, Bukti Hemat BBM dan Ramah Lingkungan

Pemerintah memberikan insentif PPnBM sebesar 3% untuk mobil hybrid dengan kandungan lokal yang tinggi. Dua mobil hybrid Toyota yang mendapatkan insentif ini adalah produksi lokal, yaitu Kijang Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV tahun produksi 2025.

Toyota Kijang Innova Zenix HEV, yang pertama kali diluncurkan pada 2022, menjadi andalan penjualan Toyota. Medium MPV ini melanjutkan tradisi Kijang Innova yang sudah lama menemani keluarga Indonesia, kini dengan tambahan teknologi hybrid yang menghasilkan emisi rendah dan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien.

Pada tahun 2023, Yaris Cross HEV hadir sebagai SUV perkotaan ramah lingkungan yang hemat bahan bakar. Kedua mobil ini menjadi solusi mobilitas yang dapat diandalkan dan terpercaya, sehingga semakin diterima oleh masyarakat.

Efisiensi Mesin Bensin Hybrid Toyota yang Tinggi

Salah satu keunggulan utama mobil hybrid Toyota adalah efisiensi mesin bensin yang sangat baik. Dengan filosofi continuous improvement, Toyota terus belajar dari pengalaman para pengguna mobil hybrid di seluruh dunia sejak peluncuran Toyota Prius pada 1997.

Perkembangan teknologi hybrid Toyota terus berlanjut dari generasi pertama hingga kini sudah mencapai generasi kelima, yang digunakan oleh Kijang Innova Zenix HEV. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi mesin sekaligus mengurangi emisi secara maksimal.

Di Indonesia, perjalanan mobil hybrid Toyota dimulai sejak kehadiran Toyota Prius pada 2009. Selama ini, Toyota terus mengembangkan teknologi hybrid yang dapat beroperasi secara optimal di kondisi dan kebutuhan mobilitas pengguna di Indonesia tanpa mengubah gaya hidup mereka.

Mesin Atkinson Cycle yang Lebih Efisien

Berdasarkan informasi dari Pressroom Toyota Indonesia, Toyota mengadopsi mesin dengan siklus Atkinson yang memiliki prinsip kerja berbeda namun sangat efektif dalam meningkatkan efisiensi mesin dibandingkan siklus Otto yang biasa dipakai pada mesin pembakaran dalam.

Secara umum, kedua siklus ini menggunakan empat langkah kerja mesin pembakaran dalam, namun perbedaan terletak pada pengaturan katup masuk dan katup buang yang memengaruhi efisiensi pembakaran.

Pada siklus Atkinson, katup masuk tertutup lebih lambat saat langkah isap dibanding siklus Otto. Saat piston mulai bergerak ke atas untuk mengompresi campuran bahan bakar dan udara, sebagian campuran masih keluar kembali ke saluran masuk, sehingga mengurangi konsumsi bahan bakar yang berlebihan.

Teknologi Dual VVT-i yang mengatur timing katup masuk membuat siklus Atkinson lebih unggul dibandingkan siklus Otto pada mesin bensin konvensional. Oleh sebab itu, semua mobil hybrid Toyota menggunakan mesin dengan siklus ini.

Beberapa keunggulan siklus Atkinson adalah penggunaan bahan bakar yang lebih sedikit karena langkah kompresi lebih pendek, efisiensi termal mesin lebih tinggi, emisi gas buang lebih rendah, dan aliran udara lebih optimal pada siklus berikutnya. Cara kerjanya mirip turbo, karena katup masuk tertutup terlambat.

Perkembangan Toyota Hybrid System

Toyota menggunakan sistem Series-Parallel Hybrid System yang dikendalikan oleh Toyota Hybrid System (THS). Dengan pengalaman panjang dalam mengembangkan teknologi hybrid, THS mampu mengatur perpindahan tenaga secara halus antara mesin bensin dan motor listrik tanpa jeda.

Setiap generasi THS mengalami peningkatan sinergi antara mesin bensin dan motor listrik untuk memberikan efisiensi terbaik sekaligus menghemat bahan bakar. Saat kapasitas baterai hybrid masih cukup, motor listrik akan berperan dominan, terutama saat berkendara dalam kondisi stop and go di area perkotaan.

Mesin bensin akan menyala saat dibutuhkan tenaga lebih besar atau baterai harus diisi ulang. Tenaga dari mesin bensin dan motor listrik bekerja sama secara efisien, misalnya saat menyalip, menanjak, atau melaju di jalan tol.

Fitur Energy Regenerative Brake System mengubah energi kinetik saat pengereman menjadi energi listrik yang digunakan untuk mengisi baterai melalui motor listrik, sehingga tidak ada energi yang terbuang sia-sia.

Mode EV memungkinkan pengendaraan dengan mesin listrik penuh tanpa emisi dan suara mesin, memanfaatkan kapasitas baterai yang besar dan pengisian yang cepat, sehingga konsumsi bahan bakar berkurang dan emisi ditekan secara optimal.

Toyota juga meningkatkan performa komponen utama seperti desain motor listrik yang lebih kompak dan kuat, serta kapasitas baterai yang lebih efektif dalam menyalurkan tenaga ke motor listrik.

Sinergi teknologi ini membuat emisi mobil hybrid Toyota turun sekitar 50% dibanding versi mesin konvensional. Selain itu, pengisian baterai yang berkelanjutan membantu menghilangkan kekhawatiran soal daya baterai yang habis saat berkendara.

Konsumsi Bensin Yaris Cross HEV Mencapai 31 Km/Liter

Hybrid engine pada Yaris Cross HEV menggunakan mesin 2NR-VEX 1.500 cc 4 silinder dengan tenaga 67 kW dan torsi 121 Nm. Motor listrik menghasilkan tenaga 59 kW dan torsi 141 Nm, tenaga disalurkan ke roda depan lewat transmisi CVT. Torsi motor listrik yang lebih besar menjanjikan performa kuat tanpa konsumsi bahan bakar.

Dengan sistem THS, mesin bensin bekerja secara optimal dan efisien, mengurangi konsumsi bahan bakar secara signifikan. Emisi gas buang juga sangat rendah karena motor listrik bekerja lebih banyak.

Baterai Lithium-Ion yang lebih kompak dan tahan suhu ekstrem mendukung performa motor listrik yang lebih linear dan responsif.

Pengujian media otomotif ternama di Indonesia mencatat konsumsi bensin Yaris Cross HEV mencapai 31 km per liter, angka yang sangat irit.

Konsumsi Bensin Kijang Innova Zenix HEV Terbaik di Kelasnya

Mesin TNGA 2.0L M20A-FXS 1.987 cc 4 silinder dengan Dual VVT-i menghasilkan tenaga 152 PS pada 6.000 rpm dan torsi 19,1 Kgm pada 4.400-5.200 rpm. Motor listrik bertenaga 113 PS dengan torsi 21 Kgm memberikan total tenaga gabungan 186 PS.

Dynamic Force Engine meningkatkan efisiensi termal mesin melalui langkah piston yang lebih panjang, aliran udara intake dan exhaust yang optimal, serta manajemen panas mesin yang lebih baik.

Sistem D-4S mengatur injeksi bahan bakar melalui dua injektor terpisah sesuai kondisi mesin untuk efisiensi maksimal.

Berdasarkan siklus Atkinson dengan efisiensi termal yang lebih tinggi, performa mesin menjadi lebih bertenaga, hemat bahan bakar, dan ramah lingkungan karena emisi lebih rendah. Motor listrik kompak juga meningkatkan tenaga.

Transaxle yang lebih kecil dan efisien menyalurkan tenaga ke roda depan. Baterai hybrid dikemas dalam paket kompak di bawah jok depan untuk menyimpan tenaga listrik secara maksimal.

Pengujian Toyota Indonesia menunjukkan konsumsi bahan bakar Kijang Innova Zenix HEV lebih irit dibanding versi mesin bensin. Dengan efisiensi mesin yang tinggi, mobil ini mencatat konsumsi bahan bakar sebesar 19,2 km per liter, lebih baik dari versi diesel sebelumnya yang dikenal hemat.

SUMBER. TOYOTA.ASTRA.CO.ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Kami Akan Membantu Menjawab Pertanyaan Anda