
Toyota kembali memamerkan Land Cruiser FJ di Japan Mobility Show 2025 (JMS), melanjutkan debut perdananya pada 21 Oktober lalu. Kehadiran model ini menjadi bagian dari strategi Toyota untuk memperluas lini Land Cruiser ke segmen yang lebih ringkas. Desain FJ mengusung nuansa retro yang terinspirasi dari FJ40, salah satu model paling berpengaruh dalam sejarah Land Cruiser. Meski begitu, sentuhan desain yang mengingatkan pada Hilux Rangga tetap terasa cukup kuat.
Secara visual, FJ tampil percaya diri dengan bodi kotak dan garis tegas pada setiap sudutnya, memberikan kesan tangguh sekaligus praktis. Pendekatan ini bukan hanya untuk penampilan, tetapi juga meningkatkan efisiensi ruang kabin serta visibilitas pengemudi. Toyota juga menerapkan desain bemper depan dan belakang yang bersifat modular sehingga dapat dilepas dan dipasang kembali dengan mudah, mempermudah penyesuaian dan perawatan.
Masuk ke bagian dalam, kesan kemiripan dengan Hilux Rangga semakin terlihat. Interior dirancang sederhana dan fungsional, dengan panel dasbor horizontal, posisi duduk yang tinggi, serta jendela besar untuk memberikan pandangan luas ke segala arah. Hingga kini, belum ada konfirmasi apakah Toyota akan melengkapi model ini dengan fitur keselamatan aktif seperti Toyota Safety Sense.
Secara teknis, Land Cruiser FJ menggunakan platform IMV, sama seperti Hilux, Kijang Innova, dan Fortuner. Wheelbase 2.580 mm membuatnya lebih pendek dibanding Land Cruiser 250, sekaligus meningkatkan kelincahan ketika melintas medan sempit. Radius putar 5,5 meter dan artikulasi roda yang setara dengan Land Cruiser 70 Series menjadi indikator bahwa kemampuan off-road tetap menjadi fokus utama.
Untuk urusan performa, Toyota menanamkan mesin bensin 2.7-liter 2TR-FE yang dikenal andal dan sudah sering digunakan pada model-model sebelumnya. Tenaga mencapai 163 PS dan torsi 246 Nm, dipadukan dengan sistem penggerak 4WD part-time dan transmisi otomatis 6-speed. Konfigurasi ini tidak dirancang untuk off-road ekstrem, tetapi cukup mumpuni untuk penggunaan harian di medan campuran.
Dimensi eksteriornya meliputi panjang 4.575 mm, lebar 1.855 mm, dan tinggi 1.960 mm, dengan kapasitas lima penumpang. Toyota menargetkan FJ untuk pasar Asia, Timur Tengah, dan Amerika Latin, dan tidak berencana memasarkan model ini ke Amerika Utara atau Eropa.
Perlu dicatat bahwa Land Cruiser FJ bukan penerus dari FJ Cruiser. Nama FJ kali ini merupakan singkatan dari Freedom & Joy, bukan sekadar penanda historis. Model ini juga tidak dimaksudkan menggantikan Land Cruiser 300 atau 250, melainkan menjadi opsi yang lebih kompak dengan gaya yang lebih ekspresif serta fungsi yang lebih fleksibel. Thailand dipilih sebagai basis produksi mulai tahun depan, dan kehadirannya di Indonesia berpotensi menjadi langkah menarik untuk dinantikan.
SUMBER. OTO.COM